Jumat, 07 September 2012

Syaikh Al-Asqar Berpulang ke Rahmatullah














Al-ikhwan.net - DR. Umar Sulaiman Al-Asyqar, ulama besar kelahiran Palestina yang tinggal di Yordan meninggal dunia pada hari Jumat, 10 Agustus 2012. “Innaa lillaahi wainnaa ilaihi raaji’uun”
Beliau sangat aktif dalam kegiatan dakwah Islam dan penulisan buku2 bermutu. Beberapa bukunya telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Mengambil S1 di Madinah Munawarah, sedangkan magister dan doktoralnya di Universitas Al-Azhar Mesir. Jabatan terakhir sebagai dekan fakultas syariah di Universitas Az-Zarqa. Beliau mendidikasikan usinya untuk total melakukan kajian dan menulis buku.

Beliau juga memiliki saudara laki-laki bernama DR. Muhammad Al-Asyqar yang juga dikenal sebagai ulama besar khususnya di bidang Ushul Fiqh.

 Di antara kitab-kitabnya adalah:
 
- Tarikh Al-Fiqhil Islamy (Sejarah Fiqih Islam)
 
- Alam As-Sihr wa Asy-Sya’wazah (Dunia sihir dan klenik)
 
- Al-Madkhal Fi Dirasatul Madaris wal mazahibil fighiyah (Pengantar studi aliran dan mazhab fiqih)
 
- Alam Jin wa Syayatin.. (Dunia Jin dan Setan) dan masih banyak lagi buku-bukunya.
 
Sementara itu, Ketua Biro Politik Hamas, Khalid Misy’al menyatakan, Syeikh Umar Al-Ashqar merupakan salah satu pendiri dan pendukung Hamas. Syeikh memiliki pemahaman berimbang dan banyak menggalang potensi umat untuk mendukung proyek perjuangan Hamas.Misy’al memaparkan sejumlah keutamaan syeikh Al-Ashqar, beliau merupakan ilmuan dan mujahid lewat lembaran tulisan dan kehidupannya. Umat kehilangan salah seorang ulama besarnya.Syeikh Al-Ashqar memiliki peran penting dalam memberikan dukungan bagi perjuangan Palestina, beliau termasuk anggota komite muktamar Al-Quds para tahun 90-an. Misy’al menyebutkan, pada tahun 1993-1994, gerakan yang beliau usung adalah bagaimana menyatukan umat untuk mendukung Palestina dengan tema sentralnya Al-Quds dan Al-Aqsha.

Hamas bersama syeikh Al-Ashqar bahu-membahu menggelar muktaram Al-Quds untuk menyatukan umat supaya mendukung Palestina, meski tidak jadi digelar dikarenakan tidak ada satupun negara Arab maupun dunia Islam yang memberikan ijin tempat.

Menghormati Ulama
Misy’al menyatakan, syeikh Al-Ashqar sangat menghormati rekan-rekannya sesama ulama, seperti syeikh Albani, Ibnu Usaimin, Ibnu Baz dan saudaranya Muhammad Al-Ashqar. Beliau mengidolakan Ibnu Taimiyah, syeikh Zuhair Shawis dan Sayyid Qutub, beliau sering mengutip pendapat Sayyid Qutub.
Meski berbeda pendapat dengan para ulama, beliau sangat menghormati dan memuliakan kedudukan mereka.

Beliau juga mengerti kapasitas seseorang dan cerdas dalam mendelegasikan tugas kepada mereka. Beliau senang memberikan tugas kepada para pemuda supaya mereka bisa melompat dari masa kanak-kanak. Beliau juga memberikan kritik dengan sangat sopan, beliau menyatakan bahwa para sahabat adalah generasi terbaik, namun mereka tetap manusia. Karena itu kita harus memaklumi jika ada kekeliruan teman-teman kita.

Di akhir pidatonya Misy’al menyampaikan terimakasih kepada Yordania dan mendoakan semoga tetap stabil dan aman. Dan terimakasih atas kesempatan yang diberikan Yordania untuk bertakziah kepada almarhum Syeikh Umar Sulaiman Al-Ashqar.

Rahimahullah rahmatan waa’sian wa askanaahu fasiiha jannatihi. [abu aisya/qm/pip]

0 komentar

Posting Komentar