Rabu, 09 Januari 2013

Syeikh Al Qarni: Mengemis agar Zionis Menerima Perdamaian “Sikap Memalukan”















Dai terkenal asal Arab Saudi Syeikh Aid al Qarni menegaskan, Mesir telah melaksanakan “kewajiban suci” terhadap Jalur Gaza, dalam mendukung warganya, membebaskan blokade dan menghadapi Zionis dengan segala cara diplomatik, politik dan bantuan.
Syeikh Qarni juga mengatakan, fokus peran Mesir di Jalur Gaza tidak membatalkan dukungan Arab dan kaum Muslimin.

“Namun Mesir memiliki kewajiban lebih besar karena situasi keamanan bersama,” ujarnya dikutip Pusat Informasi Palestina (PIC) seraya memuji peran yang dipersembahkan Mesir dengan membuka gerbang Rafah dan membebaskan blokade di saat agresi Zionis terakhir ke Jalur Gaza.

Ia menyatakan, apa yang dilakukan Mesir terhadap Jalur Gaza mencerminkan sejauh mana perubahan yang terjadi selama revolusi, dibandingkan dengan perang ke Gaza akhir 2008 lalu, di mana blokade diperketat terhadap Jalur Gaza di masa rezim Mubarak. Dia menegaskan pentingnya Mesir di masa pendatang dalam melindungi isu Palestina dalam tiga hal. Yaitu pembebasan blokade secara penuh terhadap Jalur Gaza, penyelesaian rekonsiliasi Palestina dan melanjutkan proses rekonstruksi Gaza.

Pria yang dikenal dengan bukunya "La Tahzan" ini juga menegaskan pentingnya membidik kesempatan dan suasana yang kondusif antara gerakan Fatah dan Hamas untuk mengatasi kebuntutan antar keduanya yang disponsori Mesir.
Menurutnya,  suasana pasca perang terakhir kondusif untuk membuang perselisihan. Rakyat Palestina secara keseluruhan memiliki keinginan hakiki untuk mengakhirinya. Karena itu para pimpinan Palestina harus berpaling ke masalah ini. Baginya,  yang akan mengambil keuntungan dari perselisihan antar Palestina adalah Yahudi yang membunuh rakyat Palestina dan menghancurkan rumah-rumah mereka.

Karenanya ia meminta agar rakyat Palestina berkomitmen dengan perjuangan menghadapi Zionis. Dia menegaskan bahwa agresi terakhir ke Jalur Gaza tidak lain adalah sebuah sesi dalam perang dengan Zionis.

Ia juga  menyerukan kepada seluruh pemimpin Arab dan kaum Muslimin menyatukan sikap mereka, teguh mendukung isu Palestina yang mendukung rakyat Palestina yang berjuang, menjaga kota suci al Quds dan Masjid al-Aqsha dari penodaan yang terjadi.

Dia menilai mengejar proses perdamaian dan mengemis kepada entitas Zionis untuk menerima proses perdamaian adalah “sikap yang memalukan.”(hidyatullah.com)

Rep: Panji Islam
Red: Cholis Akbar
Read More

Kamis, 13 Desember 2012

Islam jadi Agama Tercepat di Inggris dan Amerika -














Sebuah sensus baru 11 Desember 2012 lalu, menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang paling cepat berkembang di Inggris dan Wales. Menurut Nick Spencer, Direktur riset di think-tank teologi Theo, riset ini hanya mengukur identifikasi, bukan praktek keyakinan seseorang.

"Agama adalah sulit untuk mendefinisikan dan sulit untuk diukur," katanya kepada The Daily Mail.
"Sensus mengukur identifikasi agama, bukan keyakinan atau praktek. Ini tentang apa yang orang menyebut diri mereka, dan kelompok mana yang mereka ingin mengidentifikasikan."
Di antara orang-orang Inggris, ada 33, 2 juta mengaku Kristen, turun dari 37, 3 juta pada tahun 2001. Angka tersebut merupakan 59 persen dari populasi penduduk Inggris.

Sensus menempatkan total penduduk Inggris dan Wales adalah 56,1 juta, meningkat tujuh persen dari tahun 2001, dan 55 persen dari kenaikan itu karena migrasi. Hal ini menunjukkan bahwa persentase Muslim naik dari 3,0 persen menjadi 4,8 persen dan menjadi agama yang paling cepat berkembang di Inggris. Sensus pada tahun 2001 menyebutkan jumlah Muslim Inggris hampir 2,5 juta.

Statistik ini muncul karena Uskup Agung Canterbury pernah menyatakan bahwa jemaat Katedral Inggris telah tumbuh secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir, membongkar ‘anggapan’  bahwa Gereja Inggris telah memudar. Tapi dari laporan-laporan yang bisa dipercaya, banyak gereja-gereja Inggris berubah fungsi menjadi restoran atau masjid.

Agama yang paling populer ketiga di Inggris adalah Hindu, yang berjumlah 1,5 persen dari populasi, sedangkan 0,8 persen dan 0,5 persen Sikh dan Yahudi.

"Angka-angka ini menunjukkan bahwa kita memiliki lanskap agama yang majemuk, tapi itu tidak berarti kita ateis," kata Spencer. "Bila menggali lebih dalam, kita melihat bahwa bahkan mereka yang mengatakan tidak memiliki agama sering memiliki berbagai kepercayaan spiritual, tetapi mereka tidak ingin mengasosiasikan kepada lembaga-lembaga keagamaan."

Ateisme
Sebelumnya telah ditulis, jumlah penganut Kristen di wilayah England dan Wales menurun 13 persen dalam waktu 10 tahun terakhir sementara  jumlah ateis meningkat. Ditemukan bahwa 25,1 persen orang mengidentifikasi diri mereka sebagai ateis (non believers) naik dari 14,8 persen satu dekade sebelumnya. Jumlah kaum ateis meningkat di seluruh Eropa dan Amerika Serikat.

Sebuah survei tahun 2005 yang diterbitkan dalam Encyclopedia Britannica menempatkan ateis pada sekitar 11,9 persen dari populasi dunia. Sebuah survei Uni Eropa resmi baru-baru ini mengatakan bahwa 18 persen dari penduduk Uni Eropa tidak percaya pada Tuhan.

The Washington Post melaporkan pada bulan September 2012, ateis adalah gerakan yang tumbuh di seluruh Eropa, mempengaruhi politik dan media massa.

Sensus baru ini juga menemukan bahwa jumlah orang Kristen mengalami penurunan di Inggris. Andrew Copson, chief executive dari British Humanist Association, mengatakan  bahwa penurunan jumlah orang Kristen adalah 'benar-benar signifikan'.

"Tentu saja angka-angka ini masih membesar-besarkan jumlah orang Kristen secara keseluruhan," katanya.
Ada lebih dari 47.000 gereja di Inggris, dan 42 juta warga Inggris pemeluk Kristen. Lebih dari 70 persen dari populasi, menganggap diri mereka Kristen. Dalam sebuah studi yang dirilis pada tahun 2005, Christian Research yang berbasis di Inggris, menemukan bahwa  jumlah orang Kristen yang menghadiri ibadah Minggu turun dua pertiga selama tiga dekade berikutnya.

Penelitian dari The Future of The Church, memperkirakan dari total jumlah orang Kristen 9,4 persen akan turun menjadi 5 persen pada tahun 2040. Penelitian ini juga memperkirakan karena kehadiran jemaat ke gereja yang terus menurun, akan memaksa sekitar 18.000 gereja untuk ditutup.


Muslim Amerika
Di Amerika, Islam juga merupakan agama yang paling cepat pertumbuhannya. Sensus yang dilaksanakan oleh Asosiasi Statistik dari Badan Keagamaan Amerika di Chicago, menemukan bahwa Muslim Amerika hampir dua kali lipat naiknya dalam dekade terakhir.

Sensus juga menemukan bahwa umat Islam sekarang lebih banyak daripada orang-orang Yahudi di Amerika Barat Tengah dan Selatan. Laporan tersebut menghubungkan kenaikan tajam .jumlah Muslim AS karena konversi dan migrasi. Survei ini juga memperkirakan bahwa ada lebih dari 2.000 masjid di seluruh Amerika Serikat dan 166 buah berlokasi di Texas. Penelitian, yang dirilis pada bulan Februari 2012 lalu .juga menemukan bahwa Muslim AS diperkirakan sebesar tujuh juta.

Penelitian ini juga memperkirakan bahwa Katolik Roma merupakan komunitas agama terbesar Amerika dengan hampir 59 juta anggota, atau 19,1 persen dari populasi. Sedangkan kelompok Protestan Evangelis dan Konservatif berjumlah lebih dari 50 juta, atau 14,3 persen dari orang Amerika.*/nh(hidayatullah.com)

Red: Cholis Akbar
Read More

Kamis, 29 November 2012

Palestina Dapat 'Sertifikat Kelahiran' dari PBB -














Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa hari Kamis (29/11/2012) secara mayoritas mengakui Palestina sebagai sebuah negara non-anggota di organisasi dunia itu. Sebuah kemenangan bagi Palestina, khususnya Presiden Mahmud Abbas, di mata Amerika dan Israel yang menentangnya.
 
Permintaan 'sertifikat kelahiran' atas negara Palestina disetujui oleh 138 negara anggota MU-PBB. Sembilan negara mengikuti Israel yang berpendapat bahwa pengakuan atas Palestina hanya akan menaikkan intensitas konflik. Empat puluh negara lainnya memilih abstain, lapor AFP.

Hasil pemungutan suara di MU-PBB itu menaikkan status Palestina, yang semula hanya diakui sebagai entitas, menjadi sebuah negara pengamat non-anggota di PBB. Kedudukan yang terakhir ini sama seperti Vatikan, otoritas tertinggi Katolik dunia yang wilayahnya berada di dalam kota Roma, Italia.

Meskipun bukan sebagai negara anggota penuh, status baru Palestina memungkinkan negara yang sekarang sedang dijajah Zionis Israel itu untuk bergabung dalam lembaga-lembaga PBB lain, seperti Mahkamah Kejahatan Internasional (ICJ).

Jika Palestina menjadi anggota ICJ, maka negara itu berhak untuk menuntut negara dan tokoh Zionis ke meja hijau sebagai pelaku kejahatan perang dan kemanusiaan. Hal ini adalah sebuah ketakutan tersendiri bagi Zionis Israel, dan menjadi salah satu alasan mengapa negara Yahudi itu –dengan dukungan Amerika Serikat– selalu menentang pengakuan PBB atas Palestina.

Sementara itu, kemungkinan Palestina akan kehilangan dana bantuan dari Washington sudah di depan mata. Hal itu disebabkan undang-undang negara AS melarang mendanai lembaga-lembaga internasional yang mengakui eksistensi negara Palestina. Gedung Putih sebelumnya sudah memperingatkan Presiden Mahmud Abbas bahwa Palestina akan kehilangan sekitar US$200 juta, yang diblokir oleh Kongres Amerika Serikat.

Israel mempertimbangkan untuk menahan dan tidak mentransfer uang pajak yang dipungutnya dari rakyat Palestina, sebuah tindakan yang kerap dijadikan alat untuk mengancam pemerintah Palestina yang bergantung pada uang tersebut.*(hidayatullah.com)

Rep: Ama Farah
Red: Dija
Read More

Rabu, 28 November 2012

FIFA Janji Perbaiki Stadion Palestina -
















Sekretaris Jenderal Federasi Internationale de Football Association (FIFA), Jerome Valcke, Selasa (27/11/12) di Sao Paulo, berjanji akan memperbaiki Stadion Palestina di Jalur Gaza yang telah dibom oleh Zionis Israel melalui agresinya beberapa hari lalu.

Valcke menegaskan, "Kami percaya bahwa pembangunan kembali infrastruktur sepak bola yang hancur akibat pemboman adalah bagian dari sorotan kami."

"Permainan sepak bola dapat membawa orang-orang, dan kami akan mendukung rekonstruksi semua yang diperlukan dalam infrastruktur yang rusak," tambahnya, seperti yang dilansir oleh Aljazeera, (27/11/12).

Pesawat tempur Zionis Israel telah membom Stadion Palestina yang biasanya dipakai oleh Timnas sepak bola Palestina untuk menjamu tamu-tamunya. Stadion ini dapat menampung hingga sepuluh ribu penonton. Nilai kerusakan yang diderita stadion ini diperkirakan mencapai jutaan dolar.*
(hidayatullah.com)

Rep: Ahmad Sadzali
Red: Syaiful Irwan
Read More

Selasa, 20 November 2012

Iron Dome Israel Kewalahan Tangkis Roket Homemade Gaza -














Beberapa hari yang lalu, para mujahidin di Gaza mengeluarkan pernyataan bahwa sumber-sumber mereka di kalangan Zionis sudah melaporkan perihal Iron Dome tidak lagi berfungsi baik. Pada Senin (19/11/2012) hal ini dikonfirmasi sendiri oleh pihak Zionis Israel tentang buruknya kinerja ‘sistem penangkal rudal’ yang dibiayai mahal oleh Washington dengan nilai lebih dari US$210 juta.
 
Dikutip Sahabat al-Aqsha dari Occupied Palestine, meskipun sejumlah wartawan Israel melaporkan dalam berita-berita mereka bahwa Iron Dome berhasil menangkis dan menangkal sejumlah besar roket yang ditembakkan dari Gaza, namun justru data dari angkatan perang Zionis Israel menunjukkan bahwa kemampuan peralatan yang digembar-gemborkan itu justru tidak sampai 50 persen.

Haaretz melaporkan pada Senin (19/11/2012) lalu bahwa sumber-sumber militer Zionis menyatakan sudah lebih dari 850 roket dari Gaza ditembakkan ke berbagai lokasi di Palestina yang dijajah Israel, dan bahwa Iron Dome berhasil menghancurkan 310 saja.

Itu artinya, hanya 36 persen dari seluruh jumlah proyektil.

Berbagai stasiun televisi Israel ikut meng-expose kegagalan Iron Dome. Pada Ahad (18/11/2012) malam, wartawan Channel 2 melakukan liputan langsung dari sebuah kawasan di mana peralatan anti-rudal dipasang dan menunjukkan adanya roket para mujahidin yang berhasil mengenai sasaran.

Beberapa koran berbahasa Ibrani juga membahas kegagalan sistem penangkal rudal Iron Dome pada Kamis, (15/11/2012) lalu, termasuk ketika tiga orang Israel di Kiryat Malachi tewas karena sebuah rudal yang ditembakkan dari Gaza.
Sejak diuji-cobakan tahun lalu, Iron Dome sudah menghabiskan lima batere. Zionis Israel sedang merencanakan membuat lagi 13 batere, yang masing-masing harganya adalah US$100 juta.

Setiap tahun, Washington mengeluarkan sedikitnya US$ 3 miliar (Rp 26 triliun) untuk membiayai proyek-proyek persenjataan Zionis Israel yang kemudian digunakan untuk membunuhi orang-orang Palestina.*(hidayatullah.com)

Rep: Panji Islam
Red: Cholis Akbar
Read More

Serangan Darat Ditunda, Mursy Janji Akhir Penderitaan di Gaza -












Presiden Mesir, Muhammad Mursy dalam pidatonya di depan pemakaman saudaranya di Zagazig, Delta Nil, Mesir  hari Selasa (20/11/2012) tanpa protokoler kepresidenan berjanji, pembiaran agresi Zionis-Israel ke Gaza akan segera berakhir untuk selamanya.
 
Ia mengatakan, siapapun wajib mengingat peristiwa ini (kematian) yang akan menimpa kita semua. Saya ingatkan juga saudara-saudara kita di Suriah dan orang-orang yang terbunuh setiap harinya, baik di Gaza maupun di Suriah. Akan tiba saatnya semua kesulitan akan berakhir, terutama di Gaza. Akan tiba saatnya penderitaaan Gaza berakhir untuk selamanya, ujarnya dikutip Pusat Informasi Palestina.  

Dikutip BBC, Mursy mengatakan akan melakukan upaya mewujudkan gencatan senjata antara Israel dan Hamas akan membuahkan hasil positif hari Selasa ini, 20 November.

"Usaha untuk mewujudkan gencatan antara pihak Palestina dan Israel akan membuahkan hasil positif dalam waktu beberapa jam mendatang," tegasnya.

Mediasi dilakukan Mesir dengan bantuan Turki dan Qatar untuk mengakhiri pertempuran yang kini memasuki hari ketujuh.

BBC Kairo melaporkan pernyataan Presiden Mursy hari ini merupakan salah satu dari serangkaian pernyataan positif yang disampaikan pemimpin Mesir itu.

Sementara itu,  pejabat Zionis-Israel mempertimbangkan kembali melakukan serangan darat. Sebuah keputusan baru dari Israel,  operasi darat militer Israel telah ditunda selama 48 jam untuk memberikan kesempatan perundingan yang sedang berlangsung di Kairo.

Perundingan dihadiri antara lain oleh Sekjen PBB Ban Ki-moon dan Sekjen Liga Arab General Nabil al-Araby.

Sementara kalangan analis dan pejabat Israel lain mendesak untuk menunda serangan darat mengingat Pemilu Israel dilakukan sebentar lagi, tepat 22 Januari 2013 depan.

Sementara itu, hingga Selasa (20/11/2012) sore waktu Gaza, jumlah korban akibat kebiadaban Zionis pada hari ke 7 meningkat. 128 orang telah syahid dan 1000 lainya luka-luka.*(hidayatullah.com)

Rep: Panji Islam
Red: Cholis Akbar
Read More

Senin, 19 November 2012

Syahid 105 Orang, Lebih 1750 Orang Warga Gaza Luka -















Memasuki hari keenam serangan gencar Zionis-Israel ke Jalur Gaza korban yang berjatuhan dari warga Gaza yang meliputi anak-anak dan perempuan terus bertambah.  Laporan kontributor hidayatullah.com dari Gaza, Abdillah Onim, sampai pagi ini waktu Indonesia, telah syahid sebanyak 105 orang dan lebih dari  1750 orang mengalami luka.

Sementara kubu sayap militer Hamas, Izzuddin al-Qassam membalas serangan dengan rudal-rudal peluncur, Israel menyerang wilayah yang hanya seluas 365 km² itu dengan pesawat-pesawat canggih buatan Amerika Serikat (AS).

Hari Senin (19/11/2012) pesawat-pesawat tempur F16 melontarkan roket-roket ke rumah-rumah warga di Rafah dan Khan Yunis. Tak hanya itu, pesawat-pesawat tempur ini  secara membabi buta melakukan pengeboman-pengeboman yang diklaim sebagai  terowongan Rafah berkali-kali. Bom juga diluncurkan dan mengenai Stadion Palestina.

“Jet-jet tempur  F16 melontarkan roket ke rumah warga di Gaza tengah di saat bersamaan Apache Israel melontarkan roket ke mobil yang sedang melintasi jalan raya di Gaza tengah. 3 orang gugur dan yang luka dievakuasi ke Rumah Sakit Syuhada Gaza selatan di jalan Birka, “ demikian lapor Abdillah Onim, dari Gaza.

Akibat serangan membabi-buta Zionis-Israel, 1 mobil warga sipil Gaza, tepatnya di Telil Hawa hancur terkena sasaran roket, 1 gugur dan 3 lain luka.

Mobil berpenumpang para wartawan juga ikut menjadi sasaran roket Israel yang menyebabkan  1 orang gugur.

1000 roket

Di sisi lain, para pejuang Izzudin al-Qassam mengimbangi serangan Zionis dengan meluncurkan 5 roket yang dikabarkan telah menghantam wilayah Majdal di Israel.

Zionis-Israel dalam sebuah pernyataan membenarkan sekitar 1000 roket dari Gaza diluncurkan menuju Israel dan semuanya kena sasaran wilayah militer. Sedangkan 1000 lebih roket dari Israel menuju Gaza sebagian besar justru menyasar pada wanita, anak-anak, para lansia, lahan kosong dan para petani.

Dikabarkan, wilayah Telil Rabi, dekat Tel Aviv aktifitasnya mati total karena roket para pejuang Palestina dari Gaza.

Sebelumnya, sebuah pesawat Apache behasil ditembak jatuh di Bait Hanoun, Gaza utara.

Tercatatm, 40 orang Yahudi luka akibat roket dari gaza.  Roket pejuang Palestina dikabarkan telah menghantam salah satu Bandara Internasional di Israel. Dua roket pejuang Palestina juga menghantam markas militer tentara Zionis-Israel di Gaza selatan dekat Rafah.















Akibat serangan-serangan kelompok pejuang Palsetina, 5 juta warga Israel berlindung dalam terowongan-terowongan perlidungan.

Kalkulasi meleset, minta damai

Menurut Abdillah, hari ini masuk para dokter dan relawan kemanusiaa dari Mesir dan wilayah Arab lain.

“Lebih 60 persen korban di Gaza adalah anak-anak. Sebagian korban akan dievakuasi ke Mesir, karena rumah sakit di Gaza dan obat-obat tidak mencukupi,” demikian lapor Abdillah.

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu mendesak  Eropa dan Mesir sebagai penengah situasi ini, namun tawaran itu ditolak para pejuang Brigade Izzudin al-Qassam.

Sementara itu, pimpinan Hamas Khalid Misy’al menegaskan di Kairo pada Senin (19/11/2012) kemarin mengatakan, Zionis-Israel berusaha mengajak gencatan senjata karena perhitungan mereka menyerang Gaza meleset. Ia menerima gencatan senjata dengan sarat pencabutan blockade.

“Kami tidak menolak gencatan…tapi harus ada tuntutan yang jelas… pada prinsipnya, kebrutalan dan agresi Israel harus segera dihentikan dan pengepungan atas Gaza dicabut,” ujar Misy’al dalam jumpa pers di Kairo.*(hidayatullah.com)



Rep: Administrator
Red: Cholis Akbar
Read More