Sabtu, 14 Juli 2012

Guru Palestina Temukan Lampu Mobil Malam Hari Otomatis














Hebron – PIP: Dalam usaha mengatasi masalah lampu berdaya listrik tinggi yang dihadapi para pengemudi mobil yang berhadap-hadapan sehingga kadang menimbulkan kecelakaan di malam hari, seorang guru Palestina berhasil merakit sebuah alat elektronik kecil yang mengendalikan secara otomatis lampu mobil sesuai dengan kebutuhan.

Lampu ini akan secara otomatis memindahkan lampu terang tinggi ke lampu sedang jika kontak dengan cahaya mobil di depannya. Kemudian setelah itu akan mengembalikannya lagi ke lampu wajar secara otomatis jika jalanan sudah lengang.

Azzam Abu Shabhah, demikian guru fisika ini dipanggil di sebuah sekolah Al-Mutsanna di baldah Yatha, selatan Tepi Barat mengatakan bahwa seringnya kecelakaan lalu lintas di malam karena penggunaan lampu mobil yang salah. Itulah yang mendorongnya untuk melakukan inovasi membuat alat ini dengan harga terjangkau.

Dalam wawancaranya dengan Aljazeera.net Abu Shabhah menegaskan, alat ini berupa rakitan elektronik. Akan lebih efektif jika kedua mobil yang saling berhadapan dan kontak cahaya menggunakan alat elektronik ini.

Ia menambahkan, alat ini akan beroperasi ketika lampu dinyatakan dan secara otomatis akan memindahkan cahaya terang ke cahaya sedang jika berhadapan dengan cahaya mobil di depannya yang terang dengan jarak radius 200 meter.

Abu Shabhah menegaskan, berat alat ini tidak lebih dari 250 gram dan hanya membutuhkan biaya tidak lebih dari 100 dolar. Alat ini bisa dipasang di semua mobil setelah mendapatkan izin khusus dari pihak yang bersangkutan di polantas. Ia menampik adanya pengaruh negatif dalam alat ini.

Efektifitas alat ini menurut Abu Shabhah akan lebih baik lagi bila dikembangkan oleh perusahaan mobil. Ia berharap ada pihak resmi yang memaintenes temuannya ini sehingga diterima di masyarakat dan bisa mengurangi kecelakaan lalu lintas.

Sebelum ini, seorang guru Palestina juga berhasil mengembangkan sebuah alat cepat untuk memadamkan kebakaran di bus. Peristiwa terbunuhnya enam anak Palestina di bus sekolah beberapa bulan lalu mendorongnya mengembangkan sebuah alat pemadam kebakaran yang bekerja secara otomatis setelah 3 deik setelah terjadinya kebakaran. (bsyr)

0 komentar

Posting Komentar