Kamis, 21 Juni 2012

Serangan Israel ke Iran Ditunda











TEL AVIV - Israel sepertinya tidak akan meluncurkan serangan ke Iran untuk saat ini. Hal tersebut dikarenakan sanksi keras yang terus diterapkan kepada Iran.

Meski dialog internasional tentang nuklir Iran diadakan di Moskow, Rusia gagal menghasilkan kesepakatan berarti, proses diplomasi dan sanksi terus dilakukan untuk mengatasi program nuklir Iran. Inilah yang membuat Israel berpikir dua kali melakukan serangan ke Negeri Paramullah itu.

"Selama dunia internasional bersedia untuk melanjutkan (sanksi), Israel tidak akan mengatakan 'stop'. Itu sama sekali terlintas di pikiran kami," ucap seorang pejabat Israel, seperti dikutip the Wall Street Journal, Kamis (21/6/2012).

Kegagalan negosiasi Moskow (antara lima anggota permanen Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) ditambah Jerman dengan Iran) meningkatkan pesimistis Amerika Serikat (AS), tentang prospek penyelesaian masalah Iran lewat jalan diplomasi. Tersiar kabar, kegagalan itu memicu opsi militer untuk mengatasi Iran.

Juru bicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak berkomentar mengenai negosiasi yang juga disebut P5+1 itu. Tetapi sebelumnya, Netanyahu mengkhawatirkan negosiasi dapat menghasilkan kompromi, di mana Iran diizinkan untuk melakukan pengayaan uranium tingkat rendah.

"Ada perasaan lega saat P5+1 menolak untuk melakukan kompromi. Israel tidak akan melakukan serangan untuk sementara waktu," menurut Ephraim Kam.

"Militer (Israel) tidak akan diturunkan sementara ini. Amerika dan Eropa sepertinya memerintahkan Israel untuk menunggu (penyerangan). Kami harus menunggu bagaimana sanksi dapat mengatasi masalah ini," lanjut peneliti militer Israel tersebut.

Beberapa pejabat AS bahkan menilai opsi militer terhadap Iran harus segera dilakukan. AS juga diminta untuk mempersiapkan diri menghadapi Iran dan mengirim pesan keras terhadap Pemerintahan Presiden Mahmoud Ahmadinejad.

Tetapi Pemerintahan Presiden Barack Obama masih berharap pada proses diplomasi di Istanbul, Turki Juli mendatang. Diharapkan negosiasi di Turki itu bisa membujuk Iran mencabut program nuklir mereka.

"Bila 3 Juli mendatang tidak ada kemajuan sama sekali, kami (Pemerintah AS) akan kembali bekerja sama memberikan tekanan kepada Iran. Termasuk pula sanksi yang lebih keras," tutur juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Victoria Nuland.
(faj)

0 komentar

Posting Komentar